Tuesday, November 14, 2017

Materi Pendidikan Pancasila

RANGKUMAN MATERI PEND PANCASILA
Sejarah Pancasila
Lahirnya pancasila dilatar belakangi oleh sejarah masuknya agama besar di nusantara ( islam, hindu, budha ) menjadi landasan hidup beragama dan bermasyarakat. Selain itu juga didasari atas pergerakan Indonesia yang dimulai sejak masa hindu budha yakni pada masa kerajaan majapahit. Perumusan pancasila sendiri dimulai saat jepang menjanjikan kemerdekaan Indonesia pada tanggal 29 april 1945, karena hal itu dengan berdirinya sebuah negara maka harus memiliki landasan atau dasar bagi negara itu sendiri maka dirumuskanlah Pancasila.
Isi dari pancasila itu sendiri tertuang dalam isi pidato Mr. Muh Yamin pada tanggal 29 mei 1945 yakni : pri kebangsaan, pri kemanusiaan, pri ketuhanan, pri kerakyatan dan pri kesejahteraan. Proklamasi juga memiliki hubungan yang erat dengan lahirnya pancasila karena proklamasi merupakan titik kuliminasi dari perjuangan bangsa Indonesia dalam memperoleh kemerdekaanselain itu proklamassi juga dianggap sebagai konsekuensi bangsa Indonesia yang telah merdeka dan menyamakan kedudukannya dengan bangsa lain selain itu juga merupakan konsekuensi keluar yakni menyebarkan pemberitaan tentang kedaulatan atau kemerdekaan terhadap bangsa lain.
Pancasila sebagai sistem nilai
Sistem secara sederhana yang dapat diartikan sebagai suatu rangkaian yang saling berkaitan satu dengan yang lain. Sedangkan nilai yaitu salah satu cara atau tolak ukur dalam suatu objek yang bersifat abstrak. Jadi dapat ditarik kesimpulan bahwa sistem nilai adalah konsep atau gagasan yang menyeluruh mengenai apa yang hidup dalam pikiran seseorang atau sebagian besar anggota masyarakat.
Pancasila juga dapat bersifat objektif dan subjektif. bersifat objektif artinya nilai – nilai tersebut dapat dipakai dan diakui oleh negara – negara lain, tentunya tidak dengan nama pancasila. Sedangkan bersifat subjektif artinya bahwa nilai – nilai pancasila itu terletak pada pembawa dan pendukung nilai pancasila itu sendiri yaitu masyarakat, bangsa dan negara Indonesia. Jadi dapat disimpulkan bahwa nilai pancasila itu sendiri merupakan ideologi bagi bangsa Indonesia menjadi landasan , dasar, serta motivasi atas segala perbuatan baik dalam kehidupan sehari – hari dan dalam kehidupan kenegaraan.
Makna sila – sila pancasila
1. Arti dan makna sila ketuhanan yang maha Esa
Dalam konteks bernegara pancasila mengatur kebebasan masyarakat Indonesia untuk memluk agama sesuai dengan keyakinannya. Dengan sila ketuhanan yang Maha Esa itu maka bangsa Indonesia mempunyai satu asas yang dipegang teguh yaitu bebas untuk memeluk agama dan beribadah menurut agama masing – masing.
2. Arti dan makna sila kemanusiaan yang adil dan beradab
Dengan adanya sila ini dengan sendirinya jika dalam kelompok terdapat ras, tidak boleh berbuat eksklusif atau menyendiri satu sama lain. Hal ini berarti bahwa setiap mannusia mempunyai derajat yang sama dihadapan hukum.
3. Arti dan makna sila persatuan indonesia
Makna dalam sila ini adalah nasionalisme, nasionalisme dalam hal ini adalah perasaan satu sebagai suatu bangsa, satu dengan seluruh bangsa yang ada dalam masyarakat. Oleh karena itu hal – hal yang sifatnya tidak sejalan dengan persatuan dan kesatuan harus diusahakan agar tidak terwujud sebagai suatu prinsip dalam masyarakat indonesia.
4. Arti dan makna sila kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwaakilan.
Permusyawaratan diusahakan agar dapat menghasilkan keputusan – keputusan yang diambil secara bulat.
5. Arti dan makna sila keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Keadilan berarti adanya persamaaan dan salin menghargai karya orang lain. Kemkmuran yang merata bagi seluruh rakyat dalam arti dinamis dan meningkat. Dinamis dalam arti diupayakan lebih tinggi dan lebih baik.
Isme – isme dewasa ini
Liberalisme : Liberalisme adalah suatu paham yang menghendaki adanya kebebasan
individu dalam segala bidang. Menurut paham ini titik pusat dalam hidup
ini adalah individu. Karena ada individu maka masyarakat dapat tersusun
dan karena individu pula negara dapat terbentuk. Oleh karena itu, masyarakat
atau negara harus selalu menghormati dan melindungi kebebasankemerdekaan
individu. Setiap individu harus memiliki kebebasan kemerdekaan,
seperti dalam bidang politik, ekonomi, dan agama.
Nasionalisme : nasionalisme adalah satu paham yang menciptakan dan mempertahankan kedaulatan sebuah negara dengan mewujudkan satu konsep identitas bersama untuk sekelompok manusia. Para nasionalis menganggap negara adalah berdasarkan beberapa “kebenaran politik”.
Sosialisme : (sosialism) secara etimologi berasal dari bahasa Perancis sosial yang berarti kemasyarakatan. Istilah sosialisme pertama kali muncul di Perancis sekitar 1830. Umumnya sebutan itu dikenakan bagi aliran yang masing-masing hendak mewujutkan masyarakat yang berdasarkan hak milik bersama terhadap alat-alat produksi, dengan maksud agar produksi tidak lagi diselenggarakan oleh orang-orang atau lembaga perorangan atau swasta yang hanya memperoleh laba tetapi semata-mata untuk melayani kebutuhan masyarakat. Dalam arti tersebut ada empat macam aliran yang dinamakan sosialisme: (1) sosial demokrat, (2) komunisme,(3) anarkhisme, dan (4) sinkalisme (Ali Mudhofir, 1988). Sosialisme ini muncul kira-kira pada awal abad 19, tetapi gerakan ini belum berarti dalam lapangan politik. Baru sejak pertengahan abad 19 yaitu sejak terbit bukunya Marx, Manifes Komunis (1848), sosialisme itu (seakan-akan) sebagai faktor yang sangat menentukan jalannya sejarah umat manusia.
Terorisme : adalah serangan-serangan terkoordinasi yang bertujuan membangkitkan perasaan teror terhadap sekelompok masyarakat. Berbeda dengan perang, aksi terorisme tidak tunduk pada tatacara peperangan seperti waktu pelaksanaan yang selalu tiba-tiba dan target korban jiwa yang acak serta seringkali merupakan warga sipil.
Akibat makna-makna negatif yang dikandung oleh perkataan “teroris” dan “terorisme”, para teroris umumnya menyebut diri mereka sebagai separatis, pejuang pembebasan, pasukan perang salib, militan, mujahidin, dan lain-lain. Tetapi dalam pembenaran dimata terrorism : “Makna sebenarnya dari jihad, mujahidin adalah jauh dari tindakan terorisme yang menyerang penduduk sipil padahal tidak terlibat dalam perang”. Padahal Terorisme sendiri sering tampak dengan mengatasnamakan agama.
Amandemen UUD’45
Undang – undang di indonesia telah mengalami beberapa kali amandemen (perubahan – perubahan ). Sejak mei 1998 bangsa indonesia bertekad mereformasi berbagai bidang kehidupan kenegaraan dengan catatn :
• Amandemen tidak merubah negara kesatuan republik Indonesia
• Amandemen tidak merubah pembukaan UUD’ 45
• Amandemen tetap mempertahankan sistem presidensial
Sejak tahun 1999 sampai tahun 2002 majelis permusyawaratan rakyat RI telah empat kali menetapkan perubahan pasal – pasal yang di ubah dan ada pula pasal – pasal yang ditambah.
I. Perubahan pertama terhadap pasal UUD’45 ditetapkan pada tanggal 19 oktober 1999.
II. Perubahan Kedua ini dilakukan pada sidang MPR, tepatnya pada tanggal 18 agstus 2000.
III. Perubahan ketiga ditetapkan oleh MPR pada tanggal 9 november 2001.
IV. Perubahan keempat dilakukan pada sidang tahunan MPR bulan agustus 2002.
Pelaksanaan UUD’45 pada masa awal kemerdekaan ( 18 agustus 1945 – 27 desmber 1949 )
Dengan ditetapkannya pancasila dan UUD ’45 oleh PPKI mmerupakan modal berharga untuk mendapatkan pemerintahan RI yang bisa berjalan dengan baik. Namun sebelum cita – cita itu terwujud bangsa Indonesia harus dihadapkan pada masalah baru yaitu kehadiran tentara sekutu dan nica ke wilayah Indonesia. Hal itu membuat pemerintah dan rakyat Indonesia memusatkan perhatian dan upaya mempertahankan negara kesatuan RI dan sistem pemerintahan berdasarkan UUD’45 belum dapat dilaksanakan.
Pada awal berdirinya negara ini banyak lembaga tinggi negara belum terbentuk. Hal ini kemudian diantisipasi dengan aturan peralihan pasal 4. Untuk memperkuat kedudukan komite nasional Indonesia pusat, maka pada tanggal 16 oktober 1945 dikeluarkannya maklumat wakil presiden nomor X yang isinyaa KNIP sebagai pembantu presiden menjadi badan yang diberi tugas legislativ dan ikut menetapkan GBHN.
Pada tanggal 3 november 1945 diumumkan lagi maklumat wakil presiden tentang pembentukan partai – partai politik. Selanjutnya atas usul KNIP keluarlah maklumat pada tanggal 14 november 1945 yang isinya merubah kabinet presidensial menjadi kabinet parlementer.
Maka seejak tanggal 14 november 1945 itu kekuasaan eksekutif dipegangkan oleh perdana mentri dan mentri – mentri yang bertanggung jawab kepada KNIP bukan kepada presiden. Di lain pihak perundingan dengan belanda dan sekutu memenangkan Indonesia sebagai sebuah negara merdeka dan pengakuan kedaulatan Indonesia oleh belanda pada tanggal 27 desember 1945 dengan syarat :
a. Negara RI dipecah – pecah menjadi negara – negara bagian (RIS)
b. UUD’45 diganti menjadi UUD KRIS
Maka sejak saat itu Indonesia menjadi negara serikat dengan UUD yang ditentukan oleh sekkutu dengan paham liberalisme.
Masa UUDS 1945 ( 17 AGUSTUS 1950 – 5 JULI 1959 )
Sejak diberlakukannya UUD kris maka Indonesia menjadi negara federal. Tetapi semangat dan perjuangan bangsa Indonesia untuk mempersatukan republik Indonesia kembali menjadikan negara RI utuh kembali. Pada tanggal 17 gustus 1950 negara KRIS sudah sepenuhnya menjadi negara RI dengan UUDS 1950 dan system pemerintahan bersifat perlementer.
Bentuk pemerintahan dan bentuk negara Indonesia menurut pasal 1 UUDS RI 1950 menyatakan :
1. RI yang merdeka dan berdaulat ialah suatu negara hukum yang demokratis dan berbentuk kesatuan.
2. Kedaulatan RI adalah di tangan dan dilakukan oleh pemerintah bersama – sama DPR.
Sistem pemerintahan nyang dianut oleh UUDS 1950 adalah parlementer dengan menggunakan kabinet parlementer yang dipimpin oleh seorang perdana mentri. Pada saat mulai berlakunya UUDS 1950 badan legislatif yang ada adalah DPR ssementara yang terdiri dari gabungan DPR RIS ditambah dengan anggota dan ketua BPKNIP ditambah dengan anggota atas penunjukan presoden.
Pada sistim parlementer fungsi presiden sebagai kepala pemerintahan digantikan oleh perdana mentri sehingga presiden hanya sebagai kepala negara atau simbol negara. Presiden sebagai kepala negara memilik tugas – tugas sebagai berikut :
A. Mewakili negara di acara – acara negara
B. Mengangkat duta dan konsult
C. Menerima tamu negara
D. Menyatakan perang
Sedangkan dalam sistim presidensial presiden memiliki fungsi sebagai kepala pemerintahan yaitu bertugas menjalankan semua sistim pemerintahan dalam satu negara.
Pada perkembangannya dengan adanya UUDS 1950 ini menyebabkan munculnya banyak masalah dalam pemerintahan negara sehingga presiden soekarno memutuskan untuk kembali mengguanakan uud 1945 sebagai dasar negara Indonesia dan setelah itu pada tanggal 5 juli 1959 presiden soekarno mengeluarkan dekrit presiden yang berisi:
a. Pembubaran konstituante
b. Berlakunya kembali UUD’45 dan tidak berlakunya lagi UUDS 1950
c. Pembentukan MPR sementara dan DPA sementara.
Dengan adanya dekrit inilah yang menjadi sumber hukum dan penyelenggaraaan pemerintahan.
Pelaksaan UUD 1945 Pada Masa Orde Lama dan Orde Baru
Orde Lama (5 Juli 1959 – 11 Maret 1966)
Masa orde lama di mulai sejak adanya Dekrit Presiden 5 Juli 1959 dan mulai berlakunya kembali Undang – Undang Dasar 1945 bagi bangsa dan Negara Republik Indonesia. Dengan demikian, Dekrit Presiden 5 juli 1959 itu merupakan sumber hukum dan ketatanegaraan yang sangat penting di Negara Republik Indonesia.
Pada masa orde lama, seharusnya segala sistem pemerintahan dan pelaksanaannya sesuai yang di atur dalam UUD 1945. Akan tetapi, dalam kenyataannya terdapat berbagai penyimpangan.Seperti pengangkatan presiden soekarno sebagai presiden seumur hidup yang jelas – jelas bertentangan dengan UUD 1945.
masa orde baru ( 11 maret 1966 – 21 mei 1998 )
orde baru merupakan tatanan seluruh kehidupan rakyat, bangsa dan negara yang diletakkan kembali pada kemurnian pelaksanaan pancasila dan UUD’45. Tekat orde baru ialah melaksanakan pancasila dan UUD’45 dengan murni dan konsekuen. Namun pada masa ini juga terjadi banyak penyimpangan yang dilakukan oleh pemerintahan Orde Baru. Kebijakan – kebijakan yang diambil pemerintah juga cenderung untuk kepentingan golongan. Selain itu juga terjadi banyak teror fisik maupun psikologis.
Dalam pelaksanaan Orde Baru berusaha melaksanakan demokrasi dengan sebaik – baiknya anatara lain dengan menyelenggarakan pemilihan umum guna mewujudkan adanya MPR.
Pembukaan UUD 1945 ( arti dan makna )
Arti dan Makna Alinea – alinea pembukaan UUD 1945
• Alinea pertama
Pada alinea pertama terdapat dua asas pikiran yaitu perikemanusiaan dan perikeadilan.
• Alinea kedua
bangsa Indonesia dari dalam terpaksa berjuang untuk merealisir hak kodrat dan hak morilnya ke merdekaan atas kedauatan sendiri, berhasil membentuk negara indonesia yang dicita – citakan dan mempunyai sifat – sifat tertentu.
• Alenia ketiga
Bangsa indonesia menyatakan kemerdekaan indonesia itu atas kekuatan bangsa indonesia sendiri , didukung oleh seluruh rakyat.
• Alenia keempat
Berisi pokok kaidah negara yang fundamental yaitu : fungsi dan tujuan negara , keharusan adanya undang – undang dasar, adanya asas politik negara yaitu republik yang berkedaulatan dan adanya asas kerohanian negara.
Tujuan pembukaan UUD 1945
1. Mempertanggungjawabkan
2. Menetapkan cita – cita bangsa
3. Proklamasi kemerdekaan menjadi permulaan dan dasar hidup kebangsaan.
4. Sebagai ketentuan pedoman dan pegangan.
Hubungan pembukaan UUD 1945 dengan UUD
Aline – alinea dalam pembukaan UUD 1945 memiliki hubungan sendiri dengan UUD. Alinea pertama sampai ketiga memiliki hubungan dengan peristiwa yang mendahului terbentuknya negara Indoonesia, tidak mempunyai hubungan yang organis dengan UUD.
Sedangkan alinea keempat memiliki hubungan dengan terbentuknya UUD itu sendiri selain itu juga memiliki hubungan dengan pembentukan pemerintahan negara akan diatur di dalam UUD. Kemudian negara Indonesia berbentuk republik yang berkedaulatan rakyat. Dan sebagai ditetapkannya dasar pancasila.
Hubungan pembukaan UUD 1945 dengan proklamasi 17 agustus 1945
letak dan sifat hubungan antara pembukaan dengan proklamasi
1. Proklamasi dan pembukaan adalah satu kesatuan.
2. Ditetapkannya pembukaan pada 18 agustus 1945 bersama – sama dengan ditetapkannya UUD
3. Pembukaan pada hakikatnya merupakan pernyataan kemerdekaan yang lebih rinci.
Pancasila sebagai orientasi dan kerangka acuan pembangunan
pancasila sebagai orientasi pembangunan.
Pada saat ini pancasila lebih banyak dihadapkan pada tantangan berbagai varian kapitalisme dari pada komunisme atau sosialisme. Ini disebabkan perkembangan kapitalisme yamg bersifat global. Fungsi pancasila ialah memberi orientasi terbentuknya struktur kehidupan sosial politik dan ekonomi yang manusiawi, demokratis dan adil bagi seluruh rakyat.
Pancasila sebagai kerangka acuan pembangunan
Pancasila diharapkan dapat menjadi kerangka referensi untuk membangun suatu model masyarakat atau untuk memperbaharui tatanan sosial budaya. ada dua fungsi dari pancasila sebagai kerangka acuan: 1. Pancasila menjadi dasar visi yang memeberi inspirasi untuk membangun suatu corak tatanan sosial budaya yang akan datang. 2. Pancasila sebagai nilai – nilai dasar menjadi refrensi kritik sosial budaya.
Pancasila sebagai paradigma pembangunan bangsa
Pancasila sebagai paradigma artinya nilai – nilai dasar pancasila secara normativ menjadi dasar, keranga acuan, dan tolak ukur segenap aspek pembangunan nasional yang dijalankan di Indonsia.
1. Sebagai paradigma pembangunan pendidikan.
Pendidikan pada dasarnya adalah pemanusiaan, dan ini memuat hominiasi dan humanisasi. Salah satu agenda penting dalam upaya mengatasi krisis dalam kehidupan berbangsa kita adalah melalui pendidikan .
2. Sebagai paradigma pembangunan ideologi.
Ideologi merupakan prinsiip dunamika, karena merupakan pedoman yang berbentuk cita – cita
3. Sebagai paradigma pembangunan politik.
Dengan kelima prinsipnya pancasila menjadi dasar yang cukup integratif bagi kelompok – kelompok politik yang cukup heterogen dalam sejarah Indonesia modern.
4. Sebagai paradigma pembangunan ekonomi
Dalam penyusunan sistem ekonomi nasional yang tangguh untuk mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur, pancasila lah yang menjadi landasan filos0fisnya.
5. Sebagai paradigma pengembangan sosial
Karena indonesia memiliki keberagaman budaya maka untuk mempersatukannya tetap menggunakan pancasila sebagai landasannya.
6. Sebagai paradigma pembangun ketahanan nasional
7. Kaitan pancasila dengan ketahanan nasional adalah kaitan antara ide yang mengakui pluralitas yang membutuhkan kebersamaan.
8. Sebagai paradigma pembangun hukum
Hukum di indonesia bersumber pada pancasila
9. Sebagai paradigma pembangun beragama
Untuk mewujudkan kesatuan dan menghargai pluralitas dalam masyarakat.
10. Sebagai paradigma perkembangan iptek
Ilmu teknologi yang berkembang harus dapat dipertanggung jawabkan tentang hak dan kewajiban dalam mengembangkan iptek diatur dalam pancasila.

Cr: LINK

Teori Pendidikan Menurut para ahli

Pengertian Pendidikan Menurut Para Ahli

Adapun pengertian-pengertian atau definisi pendidikan menurut pakar dibidangnya antara lain:
1. Prof. H. Mahmud Yunus: Yang dimaksud pendidikan ialah suatu usaha yang dengan sengaja dipilih untuk mempengaruhi dan membantu anak yang bertujuan untuk meningkatkan ilmu pengetahuan, jasmani dan akhlak sehingga secara perlahan bisa mengantarkan anak kepada tujuan dan cita-citanya yang paling tinggi. Agar memperoleh kehidupan yang bahagia dan apa yang dilakukanya dapat bermanfaat bagi dirinya sendiri, masyarakat, bangsa, negara dan agamanya.
2. Prof. Dr. John Dewey: Menurutnya pendidikan merupakan suatu proses pengalaman. Karena kehidupan merupakan pertumbuhan, maka pendidikan berarti membantu pertumbuhan batin manusia tanpa dibatasi oleh usia. Proses pertumbuhan adalah proses penyesuaian pada setiap fase dan menambah kecakapan dalam perkembangan seseorang melalui pendidikan.
3. M.J. Langeveld: Pendidikan merupakan upaya dalam membimbing manusia yang belum dewasa kearah kedewasaan. Pendidikan adalah suatu usaha dalam menolong anak untuk melakukan tugas-tugas hidupnya, agar mandiri dan bertanggung jawab secara susila. Pendidikan juga diartikan sebagai usaha untuk mencapai penentuan diri dan tanggung jawab.
4. Prof. Herman H. Horn: Beliau berpendapat bahwa pendidikan adalah suatu proses dari penyesuaian lebih tinggi bagi makhluk yang telah berkembang secara fisik dan mental yang bebas dan sadar kepada Tuhan seperti termanifestasikan dalam alam sekitar, intelektual, emosional dan kemauan dari manusia.
5. Driyarkara: Pendidikan diartikan sebagai suatu upaya dalam memanusiakan manusia muda atau pengangkatan manusia muda ke taraf yang insani.

6. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI): Pendidikan yaitu sebuah proses pembelajaran bagi setiap individu untuk mencapai pengetahuan dan pemahaman yang lebih tinggi mengenai obyek tertentu dan spesifik. Pengetahuan yang diperoleh secara formal tersebut berakibat pada setiap individu yaitu memiliki pola pikir, perilaku dan akhlak yang sesuai dengan pendidikan yang diperolehnya.
7. Ki Hajar Dewantara: Menurutnya pendidikan adalah suatu tuntutan di dalam hidup tumbuhnya anak-anak. Maksudnya ialah bahwa pendidikan menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada peserta didik agar sebagai manusia dan anggota masyarakat dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan hidup yang setinggi-tingginya.
8. Stella van Petten Henderson: Pendidikan yaitu suatu kombinasai dari pertumbuhan dan perkembangan insani dengan warisan sosial.
9. Kohnstamm dan Gunning: Pendidikan merupakan suatu pembentukan hati nurani manusia, yakni pendidikan ialah suatu proses pembentukan dan penentuan diri secara etis yang sesuai dengan hati nurani.
10. Horne: Menyatakan bahwa pendidikan adalah proses yang dilakukan secara terus menerus dari penyesuaian yang lebih tinggi bagi manusia yang telah berkembang secara fisik dan mentalnya.
11. Frederick J. Mc Donald: mengemukakan pendapatnya bahwa pendidikan ialah suatu proses yang arah tujuannya adalah merubah tabiat manusia atau peserta didik.
12. Ahmad D. Marimba: Mengemukakan bahwa pendidikan ialah suatu proses bimbingan yang dilaksanakan secara sadar oleh pendidik terhadap suatu proses perkembangan jasmani dan rohani peserta didik, yang tujuannya agar kepribadian peserta didik terbetuk dengan sangat unggul. Kepribadian yang dimaksud ini bermakna cukup dalam yaitu pribadi yang tidak hanya pintar, pandai secara akademis saja, akan tetapi baik juga secara karakter.
13. Carter V. Good: Mengartikan pendidikan sebagai suatu proses perkembangan kecakapan seseorang dalam bentuk sikap dan prilaku yang berlaku dalam masyarakat. Proses dimana seseorang dipengaruhi oleh lingkungan yang terpimpin khususnya didalam lingkungan sekolah sehingga dapat mencapai kecakapan sosial dan dapat mengembangkan kepribadiannya
14. Ensiklopedi Pendidikan Indonesia: Menjelaskan mengenai pendidikan, yaitu sebagai proses membimbing manusia atau anak didik dari kegelapan, ketidaktahuan, kebodohan, dan kecerdasan pengetahuan.
15. UU SISDIKNAS No.20 tahun 2003: Pendidikan merupakan suatu usaha yang dilakukan secara sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mampu mengembangkan potensi yang ada didalam dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, kepribadian yang baik,  pengendalian diri, berakhlak mulia, kecerdasan,dan keterampilan yang diperlukan oleh dirinya dan masyarakat.
Dari beberapa pengertian tersebut tentang definisi pendidikan, maka dapat disimpulkan bahwa pendidikan ialah bimbingan yang diberikan kepada anak dalam masa pertumbuhan dan perkembangannya untuk mencapai tingkat kedewasaan dan bertjuan untuk menambah ilmu pengetahuan, membentuk karakter diri, dan mengarahkan anak untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Pendidikan juga bisa diartikan sebagai usaha sadar yang bertujuan untuk menyiapkan peserta didik dalam belajar melalui suatu kegiatan pengajaran, bimbingan dan latihan demi peranannya dimasa yang akan datang.
Demikian sedikit ulasan mengenai 15 Pengertian Pendidikan Menurut Para Ahli Lengkap, semoga dapat membantu dan bermanfaat bagi para pembaca, terimakasih

Cr : LINK

TEORI THOMAS ALFA EDISON

TEORI BELAJAR THOMAS ALFA EDISON

I.          Pendahuluan

Pada psikologi belajar ini, saya akan menganalisis salah satu ilmuwan yang saya kagumi ketika kecil adalah Thomas Alfa Edison. Ketertarikan saya diawali dengan melihat bermacam-macam lampu, maka keinginan tahu tentang lampu bertambah besar. Hanya saja penjelasan orang tua tidak pernah memuaskan saya. Informasi yang saya dapatkan hanya sumber lampu menyala yaitu listrik dan nama penemunya yaitu Thomas Alfa Edison. Keingintahuan saya-pun diekpersikan dengan memegang dan memecahkan bermacam jenis lampu yang saya jumpai walapun sering kali saya dimarahi oleh orang tua. Saya mengamati kenapa lampu bisa menyala dan mati. Namun setelah Saya membaca biografi 100 tokoh berpengaruh di dunia ketika saya dibangku SD kelas 6. Thomas Alfa Edison termasuk urutan ke 38. Saya terinpirasi untuk menyukai dan mengetahui lebih dalam IPA. Saat pengetahuan ini mulai dimengerti tentang bidang Fisika di bangku SMP. Justru membuat saya tidak tertarik lagi terhadap lampu karena ketertarikan pada bidang ilmu yang lain.

Dan saat ini kesempatan saya mengulang dan menganalis dengan keterbatasan pengetahuan. Thomas Alfa Edison adalah salah satu penemu terbesar Amerika. Thomas Alfa Edison merupakan salah satu tokoh dari sekian ilmuwan yang saya kenal dan kagumi. Pada tugas ini akan dipaparkan keberhasilan dan karya dan proses belajar seorang Thomas Alfa Edison yang serta faktor aspek dalam belajar. Bagaimana perjalanan hidup Thomas Alfa Edison atau dikenal dengan panggilan Edison terhadap proses belajar dan psikologis belajar yang dialaminya.

II. Isi

1. Latar Belakang Keluarga Edison
Edison merupakan anak ketujuh dan terakhir. Ayahnya bernama Samuel Edison adalah tukang kayu dan ibunya Nancy Elliot Edison adalah guru. Kedua berkebangsaan asli Belanda. Keluarga Edison memiliki pergaulan modern dan mengunakan teknologi pada masanya. Edison dilahirkan di kota Milan (Ohio) yang merupakan kota pelabuan dan tempat pembuatan kapal. Ayahnya membangun rumah sendiri.

Analisis :
Keluarga Edison membawa pengaruh pada pendidikan dan kecenderungan kecerdasan. Didasarkan pada teori Aliran Konvergensi bertolak dari Wiiliam Stern, bahwa ”Seseorang anak dilahirkan didunia sudah disertai pembawaan baik dan pembawaan buruk. Proses perkembangan anak, baik faktor pembawaan dan lingkungan sama-sama mempunyai peran penting.”

Apabila ditinjau dari sisi Ayah, seorang tukang kayu memiliki dominan kecerdasaan pada modalitas psikomotorik. Selain itu Samuel Edison memiliki kreativitas yang tinggi dibuktikan dengan jenis pekerjaanya dan kemampuan membangun rumah sendiri. Dari sisi ibu, Nancy Elliot Edison yang seorang guru memberikan pengaruh kemampuan keturunan/ gen pada kemampuan kognitif yang cukup baik secara umum. Selain itu Nancy Elliot Edison  memberi bimbingan deduktif pada keluarga dan Edison. Dari sisi lingkungan kecil Edison, Kota Milan (Ohio) yang terletak di pantai dan kota industri kapal. Edison mengenal kemampuan penciptaan suatu produk untuk menjadi berguna dikehidupan salah satunya kapal.

Sunarto dan Hartono menjelaskan mengenai Bakat dapat menungkinkan untuk mencapai prestasi dalam bidang tertentu / akan tetapi diperlukan latihan, pengetahuan, pengalaman, dan motivasi agar bakat itu dapat terwujud.

Faktor bawaan diperoleh dari ayah dan ibu membuat bakat dan turunan yang khusus pada Edison. Lingkungan tempat tinggal juga berpengaruh pada pemikiran serta kebiasaan yang diciptakan keluarga Edison. Maka dari latar belakang keluarga Edison telah memiliki cikal bakat dan mememrlukan pengalaman serat latihan yang akan Edison dapatkan dalam tahapan hidupannya.


2. Masa Edison kecil.
Pada usia 7 tahun, Edison pindah ke kota Port Huron, Michigan. Hal ini dikarenakan sang ayah yang bekerja menjadi tukang kayu di kantor militer Fort Gratiot. Edison disekolahkan di Port Huron. Pada masa sekolah, Edison  memiliki kesulitan belajar sehingga hanya tiga bulan Edison bersekolah. Guru Edison menyatakan Edison idiot dan tidak layak menjadi siswa karena keterbelakangan dan ketidak mampuan memahami perintah yang diberikan selama pelajaran. Hal ini disebabkan pendengaran Edison yang buruk akibat kecelakaan yang dialami karena mendengarkan terlalu dekat kereta api yang berjalan. Pendengaran yang bermasalah membuat Edison tidak mengerti pelajaran dikelas. Selain itu Edison dikenal sebagai anak pengembara sehingga jarang masuk sekolah. Semua ini membuat Edison selalu mendapat nilai buruk di sekolahnya dan diberhentikan dari sekolah. Ketidak-bijaksaan sang guru menilai Edison baik dari kesempatan belajar juga ejekan yang diberikan, Edison sering dipanggil “si Idiot”.

Nancy Elliot Edison mengambil keputusan untuk berhenti bekerja sebagai guru dan membuat sekolah dirumahnya untuk Edison. Tentunya sang ibu berfungsi sebagai guru pribadi bagi Edison. Edison kecil berkata My mother was the making of me. She was so true, so sure of me; and I felt I had something to live for, someone I must not disappoint.”

Sekolah pribadi Edison dikembangkan Nancy Elliot Edison beracuan kebebasan keinginan tahuan Edison sebagai pelajar. Kebebasan memilih dan belajar dari bermacam sumber belajar dan kebebasan untuk berekperiment diberikan seluas-luasnya. Sehingga diusianya yang belia, Edison dapat membaca buku-buku ilmiah dewasa dan mulai mengadakan berbagai percobaan ilmiah sendiri.



Analisis :
Edison kecil memiliki kesulitan belajar baik faktor internal dan eksternal. Faktor internal disebabkan fungsi indra yang bermasalah akibat infeksi pendengaran. Aspek fisiologis dalam belajar tidak boleh disepelekan seperti yang diutarakan oleh  Noehi , “tidak kalah pentingnya adalah kondisi panca indra/ terutama mata sebagai alat untuk melihat dan sebagai alat untuk mendengar “

Edison yang berfikir abstrak dan tidak berminat di sekolah membuat Edison sering bolos sekolah dengan mengembara. Faktor eksternal, terdapat benturan sistem pendidikan yang tidak dapat menfasilitasi keterbatasan Edison dan mengembangkan bakat Edison. Minat, menurut Slameto adalah suatu rasa suka dan rasa keterikatan pada suatu hal/aktivitas tanpa ada yang menyuruh. Minat dapat mendorong seorang anak untuk belajar. Sekolah dan guru Edison menerapkan proses belajar dengan tujuan memcerdaskan anak didik, namun pada prakteknay telah mengalami detorsi, sehingga yang ditonjolkan adalah seperti  teori belajar tanggapan. Teori belajar tanggapan adalah memasukkan tanggapan sebanyak-banyaknya berulang-ulang dan sejelas-jelasnya. Banyak tanggapan berarti dikatakan pandai. Sedikit tanggapan berarti kurang pandai. Maka orang pandai berarti orang  yang banyak mempunyai tanggapan yang tersimpan dalam otaknya.

Motivasi yang diperoleh Edison kecil memberikan momentum perubahan besar. Karena keluarga Edison dan saat itu belum ada pengukuran kemampuan intelegensi atau dikenal IQ. Sehingga Edison tidak diketahui tingkat kecerdasaan dan bakat sebagai ilmuwan belum tampak. kata-kata Edison kecil sendiri yang dapat mengambil hikmah penciptaan dan keterbatasan dirinya. Edison kecil menyadari penciptaan penting agar hidup berguna. Ini menunjukkan motivasi internal Edison cukup kuat dalam belajar dan berkarya.

Motivasi yang diberikan Nancy Elliot Edison telah memberikan peluang perubahan belajar Edison. Diawali penyadaran keberadaan dirinya yang dapat diterima, menyadari diri dukungan besar, dan keyakinan dapat menghasilkan sesuatu untuk kehidupan. Kesadaran ini membuah pemikiran untuk tidak mengecewakan.
Perubahan proses belajar dilakukkan Nancy Elliot Edison dengan disesuaikan minat Edison membuat Edison berkembang lebih pesat.  Meninjau cara membaca disesuaikan  dengan teknik mana yang lebih sesuai dengan karakteristik pribadi, dengan tidak mengabadikan pola-pola umum dalam belajar. Nancy Elliot Edison telah memanfaatkan sumber belajar dan kesempatan percobaan ilmiah diberikan seluas-luasnya. Pengetahuan kognitif yang meningkat lebih dari pengetahuan anak seumurnya.

Minat dan proses yang menyenangkan membuat proses belajar menjadi efektif dan cepat. Kemampuan psikomotor yang diberikan berupa percobaan ilmiah. Tujuan ini untuk mengembangkan latihan kesan-kesan yang diterima lebih fungsional denagn demikian aktivitas latihan dapat mendukung belajar yang optimal. Pengembangan kreativitas diberikan dalam aktivitas percobaan ilmiahnya. Transfer belajar yang dilakukan oleh Edison adalah secara langsung dengan percobaan ilmiah dan membuat karya yang berguna untuk kehidupan. Karyanya yang kongreat terjadi di tahap masa berikutnya diawali dengan proses belajar dan bekerja.

3. Masa Muda Edison.
Pada Usia 12 tahun, Edison mulai menjelajahi dunia usaha. Edison mulai bekerja sebagai penjual koran, buah-buahan dan gula-gula dalam kereta api yang beroprasi antara kota Port Huron dan Detroit. Kemudian ia menjadi operator telegraf. Ia pindah dari satu kota ke kota lain. Mesin-mesin itu mengirimkan berita bisnis ke seluruh perusahaan terkemuka di New York. Pada usia 19 tahun, Edison bekerja di percetakan Associated Press Bureau News Wire di Louisville, Kentucky. Edison ditawarkan bekerja pada malam hari dan disesuai dengan minatnya yaitu membaca dan penelitian. Karena kecerobohan Edison dalam pekerjaan disuatu malam terjadi kecelakaan pekerjaan dan dipecat. Salah satu pembimbingnya,Franklin Leonard Pope, menawarkan pekerjaan ditempat kerja Elizabeth(kota New Jersey). Pekerjaan yang ditawarkan seputar pengembangan mesin telegraf. Maka tahun 1898 Edison mematenkan telegraf yang disertai mesin stock ticker yang diberi nama electric vote recorder.

Analisis :
Kondisi kelurga Edison adalah kalangan menegah kebawah memberi gambaran pekerjaan penting sekali diperoleh. Maka Edison yang baru berumur 12 tahun, ingin berguna dalam hidupnya dan keluarga dengan bekerja sebagai pedagang. Dengan berdagang Edison muda menumbuhkan bakat wirasusahan dan cikal bakal pebisnis. Pada masa kelahiran Edison sekitar 1847 dan berlanjut dimasa Edison muda, mesin telegraf adalah alat pengirim informasi yang penting. Edison bekerja menjadi operator telegraf. Kemampuan belajar Edison pada hal baru yang diminatinya membuatnya semakin ahli dan wahana transfer ilmu. Meninjau Transfer belajar menurut Slameto bahwa transfer adalah pengaruh hasil belajar yang telah diperoleh pada waktu yang lalu terhadap proses dan hasil belajar yang dilakukan Kesadaran Edison terhadap pentingnya alat telegraf bagi dunia bisnis membuatnya kreatif untuk menciptakan alat baru yang lebih efesien dan cangih.

Peluang belajar tak luput diperoleh dari Edison dengan bekerja pada kantor telegraf. Kebiasaan dan pengalaman dan percobanan pada dunia telegraf membuatnya berkeingina menghasilkan alat telegraf lebih baik lagi. Proses belajar yang dialami terhadap telegraf membuatnya perubahan tingkah laku untuk belajar dan mengambil jabatan kepala mesin telegraf dan keinginan menghasilkan mesin telegraf baru untuk dunia bisnis. Kebutuhan yang meningkat dari sekedar mencukupi kebutuhan hidup meningkat menjadi aktualisasi diri seorang Edison.

4. Penemuan Pertama Edison
Penemuan Edison dimulai dari tahun 1870 dengan berhasil menciptakan stock ticker (pencatat harga saham dan emas) yang dijualnya seharga 40.000 dolar. Penemuan Edison bukan suatu yang natural tiba-tiba terjadi. Diawali dengan permasalahan pencatatan tersistematik yang masih membutuhkan banyak buku catatan. Penemuan Edison awalanya berupa banyak catatan saku yang dikumpulkan. Meningkatkan kebutuhan bisnis tidak hanya mencatat keuangan tapi mengevaluasi dan mendeteksi permasalahan menjadi pencatat yang efektif tapi efisien. Maka dibuatlah pencatat dengan kertas bergerak yang dikenal stock ticker atau mesin telegraf. Mesin-mesinnya dapat mencetak pesan-pesan di atas pita kertas yang panjang. Daya tanggap akan kebutuhan alat tersebut membuat Edison memasarkan dan mematenkan alatnya serta memproduksinya dibawah pegawasannya. Maka Edison dengan berbekal uangnya tersebut, ia pindah ke New Jersey dan membangun perusahaan stock ticker yang menampung 150 pekerja. Laboratrium baru ini menciptakan banyak penemuan baru Edison seperti pena listrik, dan mimeograph, yang keduanya merupakan alat penting pada suatu perusahaan.

Analisis :
Menurut Teori Conditioning oleh P.Pavlov, Belajar bertujuan untuk menempatkam semua data dan fakta (pengetahuan) dalam suatu kerangka organisasi mental, sehingga dapat dipahami dan digunakan untuk memecahkan problem, seperti terjadi dalam bidang-bindang ilmiah. Maka karya pertamanya diawali dengan merumsukan masalah yang buakn hal sederahan dan alami membutuhkan banyak catatan saku hingga dihasilkan hipotesis yang jitu serta produk yang tepat.

Proses belajar yang dialami Edison dalam membuahkan karya pertama, diawali dengan pengumpulan pengetahuan kognitifnya dan melatih psikomotornya untuk mencoba semua proses yang dibutuhkan dalam sebuah perusahaan serta faktor afektif dalam sudut ingin menghasilkan karya bermanfaat. Maka Edison melatih kemampuan kognitifnya dari penerapan ilmu pada aplikasi keseharain perusahaan seperti kebutuhan pencatatan keuangan, analisis, evaluasi serat deteksi masalah. Edison meningkatkan perapan ilmunya menjadi sintesis untuk menjawab kebutuhan tersebut dan mengevalusi setiap tahap sintesisnya yang cukup panjang.

Edison setelah berhasil memperoleh karya pertama mengambil keputusan untuk keluar dari kenyamanan pekerjaannya untuk bekerja mandiri membuat perusahaan produksi mesin telegraf secara masal dan meng-patenkan ciptannya. Karya ini adalah pertama kali dibuat secara besar industri massal. Keberanian Edison memulai industri massal disaat Amerika mengalami perubahan kondisi ekonomi. Hal ini tidak membuat Edison mundur. Dengan kreativitasnya, Edison tidak berhenti pada penemuan pertama. Di laboratriumnya berlanjut karya ainnya.Kemampuan membaca peluang tak lepas dari melihat perkembangan perekonomian Amerika, yang memulai pertumbuhan industri dari kantor pusat di Eropa menjadi di Amerika.


5. Masa Edison Berkeluarga
Pada usianya yang ke 24 tahun, ia menikah dengan Marry Stiwell. Edison tidak pandai mengelola uang, dain istrinya juga terlalu boros, sehingga pada tahun 1875 Edison tercepit masalah keuangan. Edison pada pernikahan pertama mempunyai 3 anak dan tahun 1884 istri pertamanya meninggal. Edison menikah kembali ditahun 1886 dengan seorang anak perempuan penemu.

Analisis :
Di usia 24 tahun dengan penemuannya maka Edison termasuk pengusaha muda yang sukses. Pengalaman hidup yang rata-rata menegah ke bawah mengalami perubahan sangat drastis. Pada masa tersebut Amerika mengalami perubahan ekonomi, masyarakat sangat konsumtif dengan banyak produk yang dihasilkan dari Eropa dan meningkatkanya kesejahteraan masyarakat. Hal ini berpengaruh pada gaya hidup Edison dan istrinya sehingga mengalami kesulitan pengaturan keuangan. Pengaruh dukungan keluarga sangat besar, karya Edison tidak luput dipengaruhi oleh lingkungan penemu dari pihak istri keduanya.

6. Masa Berjaya penemuan Edison
Permasalahan keuangan membuat Edison pindah ke Menlo Park tahun 1876. Edison mencapai puncak kreativitasnya di Menlo Park. Ia berhasil menemukan alat relay yang bekerja berdasarkan tekanan (bukan magnet yang umum saat itu), yang digunakan untuk memvariasi dan menyeimbangkan arus listrik. Di akhir tahun 1877, Edison berhasil menciptakan transmitter dengan tombol karbon yang sampai saat ini masih dipakai pada speaker atau mikrofon telepon, dan pada bulan Desember tahun 1877 dia berhasil menemukan alat yang cukup menghebohkan, yaitu mesin pengubah sinyal suara ke dalam bentuk tulisan morse yang diberi nama fonograf.
Thomas Alfa Edison mulai mencetuskan ide tentang pembuatan lampu pijar, Ia menyadari betapa pentingnya cahaya seperti itu bagi kehidupan manusia. Oleh karena itu, ia mencurahkan segala pikiran dan tenaganya untuk percobaan tersebut. Ia menghabiskan uang 40.000 dolar dalam waktu 2 tahun dan 6000 bahan yang telah diuji. Ia menggabungkan 3000 teori yang telah ada dan meringkasnya menjadi 2 teori saja.

Akhirnya, setelah menemui kegagalan sebanya 8889 kali, pada tanggal 21 Oktober 1879, lahirlah lampu pijar listrik pertama yang mampu menyala selama 40jam.
Tahun 1882, Edison memasang lampu-lampu listrik di jalan-jalan, dan rumah-rumah sejauh 1 km di kota newyork. Hal ini pertama kalinya didunia lampu listrik dipakai di jalan-jalan. Masih banyak sekali penemuan Edison yang bermanfaat. Secara keseluruhan ia mendapat 1093 hak paten. Adapun beberapa penemuannya yang jarang disebutkan, : telegraf cetak, pulpen elektrik, proses penambangan elektrik, torpedo listrik, karet sintetis, batrai alkaline, pengadik semen, mikrofon, transmitter telepon karbon, dan proyektor gambar bergerak. Selain itu, Edison juga berjasa dalam bidang perfilman. Ia menggabungkan film fotografi yang telah dikembangkan oleh George Eastman menjadi industry film yang menjadi jutaan dolar seperti saat ini. Karya Edison tidak hanya hasil karya sendiri, melainkan kerjasama dengan ilmuan lain atau tim.

Analisis :
Kesulitan belajar yang dialami Edison berkenaan dengan kegagalan membangun perusahan pertamanya. Keputusan berpindah tempat pekerjaan dari New Jersey ke Menlo Park. Di tempat inilah Karya Edison meningkat lebih dari seratus kali dari sekitar dibawah 10 penemuan menjadi 1.093. Maka Edison dipanggil penyihir dari Menlo Park dengan penemuannya. Motivasi yang selalu ada membuat Edison terus berkarya dan tidak takut untuk terus mencoba dan berinvestasi seharga investasi persuahaan awalnya. Sikap patah semangat dan ketekunannya membuahkan hasil satu cikal bakal lampu yang sekarang telah banyak dinikmati. 8889 lampu gagal dan selama 2 tahun membuahkan satu buah lampu yang berhasil menyala dan mendapatkan hak paten lampu. Kemampuannya lintas bidang sangat hebat, kekmapuan kognitif tidak dapat diparsialkan pada satu keahlian saja. Edison dengan penemuannya telah mengarap bidang keilmuan, fisika, matematika statis, kimia, juga ekonomi dalam hal bisnis. Transfer ilmu dari penemuan lampu pertamanya berkembang menjadi tantangan bagaiaman membuat kota terang benerang dimalam hari. Bahkan setelah lampu ditemukan membutuhkan 5 tahun untuk mengenalkan ke masyarakat luas dalam karyanya satu km lampu terpasang dan pembangun Pusat energi kota atau General Electric dikenal di Indonesia sebagai PLN. Transfer ilmu dilakukan Edison dengan ilmuan lain dan membangun tim penelitain untuk penemuan baru dan pemenuan lain para ilmuan tersebut. Edison banyak memberi inspirasi bagi para ilmuwan muda saat itu dan sekarang. Edison berkarya sebagai penemu selama 60 tahun dengan jumlah karya sebanyak 1.093 yang telah dipatenkan, dan karya lain yang tak terhitung di negara Inggris, Perancis dan Jerman. 

7. Masa akhir Edison
Melewati tahun 1920-an, kesehatan Edison menurun, dan pada tanggal 18 Oktober 1931 beliau meninggal dunia diusia 84 tahun. Saat meninggal pada hari ulang tahun penemuannya yang terkenal, bola lampu modern. Dan hari kematian tersebut Edison masih melakukan penemuannya berupa masker kematian yang dilakukan di museum Henry Ford.

Analisis :
Semangat terus berkarya sampai sebelum pintu liang lahat telah Edison lakukan. Keartifitasnya tidak pada satu bidang namun berkembang lintas bidang.



III. Kesimpulan

Proses belajar yang dialami oleh Edison adalah perapduan minat, motivasi, interaksi dengan lingkungan untuk memperoleh perubahan tingkah laku yang terkandung aspek kognitif, afektif, dan psikomotor. Psikologis belajar Edison sang bapak lampu ini dalam masa hidupnya sangat kompleks dari proses belajar yang membuahkan aspek perubahan tingkah laku menjadi lebih berharga dan berguna dengan  hasil penemuannya. Proses Belajar Edison tidak lepas dari komponen psikologis belajar antara lain teori belajar, teori psikologis, faktor –faktor pendukung belajar, kesulitan belajar, proses belajar, dan transfer belajar, serta motivasi.



IV Penutup
Ini hanya sedikit analisis yang dapat diberikan dalam keterbatasan waktu dan pengetahuan. Semoga dapat diambil hikmah, bahwa setiap anak memiliki peluang menjadi orang sukses dibidangnya tidak terlepas dari pengembangan minat dan bakat, lingkungan yang mendukung, motivasi secara afeksi yang baik, dan kesempatan belajar seluas-luas

Teori Pendidikan di Indonesia

images (4)
      Teori pendidikan merupakan landasan dalam pengembangan praktik pendidikan, misalnya pengembangan kurikulum, proses belajar-mengajar dan manajemen sekolah. Kurikulum dan pembelajaran memiliki keterkaitan dengan teori pendidikan atau dalam penyusunan suatu kurikulum dan rencana pembelajaran ini mengacu pada teori pendidikan. Teori pendidikan ini dibagi menjadi empat, yaitu pendidikan klasik, pendidikan teknologik, pendidikan personal, dan pendidikan interaksional. Berikut penjelasannya:
  1. Pendidikan KlasikPendidikan klasik berorientasi untuk menciptakan siswa menjadi ilmuan.Seperti ini gambaran dari teori pendidikan klasik:
    Pendidikan klasik masih berkembang di Indonesia sperti di pesantren atau pendidikan jenjang S2/S3.
    Teori pendidikan klasik berlandaskan pada filsafat klasik, seperti perenialisme, essensialisme, dan eksistensialisme, yang memandang bahwa pendidikan berfungsi sebagai upaya memelihara, mengawetkan dan meneruskan warisan budaya. Teori pendidikan ini lebih menekankan pada peranan isi pendidikan dari pada proses.
    Isi pendidikan atau materi diambil dari khasanah ilmu pengetahuan yang ditemukan dan dikembangkan para ahli tempo dulu yang telah disusun secara logis dan sistematis. Selain itu pendidikan klasik menjadi sumber bagi pengembangan model kurikulum subjek akademis, yaitu kurikulum yang bertujuan memberikan pengetahuan yang solid serta melatih peserta didik menggunakan ide-ide dan proses “penelitian” melalui metode ekspositori dan inkuiri.
    Metode ekspositori merupakan Metode pembelajaran yang menekankan pada proses penyampaian materi secara verbal dari seorang guru kepada sekelompok siswa dengan maksud supaya siswa dapat menguasai materi pelajaran secara optimal, sedangkan metode inkuiri yakni metode pembelajaran yag menekankan pada mencari dan menemukan, maksudnya siswa berperan aktif untuk mencari dan menemukan jawaban sendiri dari suatu masalah yang dipertanyakan, sehingga guru hanya berperan sebagai fasilitator dan membimbing siswa untuk belajar.
  2. Pendidikan TeknologikPendidikan teknologik dikembangkan menggunakan pola atau cara yang modern, sistematik, logik, rasional, riil dan bisa dikembangkan. Pendidikan teknologik berorientasi untuk menyiapkan tenaga profesional dan kompeten.
    Seperti ini gambaran dari teori pendidikan teknologik:
    Pendidikan teknologik merupakan suatu konsep pendidikan yang mempunyai persamaan dengan pendidikan klasik tentang peranan pendidikan dalam menyampaikan informasi. Namun keduanya ini memiliki perbedaan, yakni dalam pendidikan teknologik lebih mengutamakan pada pembentukan dan penguasaan kompetensi atau kemampuan-kemampuan praktis, bukan pengawetan dan pemeliharaan budaya lama.
    Selain itu, dalam konsep pendidikan teknologik, isi pendidikan berupa objek dan keterampilan yang mengarah pada kemampuan vokasional. Isi disusun dalam bentuk desain pengajaran dan disampaikan dengan menggunakan media elektronik, dan para peserta didik belajar secara individual. Sehingga pendidik berfungsi sebagai direktur belajar, lebih banyak pada tugas-tugas pengelolaan daripada penyampaian dan pendalaman bahan. Pendidikan teknologik menjadi sumber berkembangnya model kurikulum yakni model kurikulum yang bertujuan memberikan penguasaan kompetensi bagi peserta didik, sehingga pembelajarannya menggunakan media pembelajaran individual, media buku maupun media elektronik.
  3. Pendidikan PersonalPendidikan personal berorientasi mengembangkan aspek kepribadian anak. Kepribadian itulah yang disebut menusianya manusia.Seperti ini gambaran dari teori pendidikan personal:
    Pendidikan personal membentuk pribadi siswa yang utuh dan siap berkembang sesuai kebutuhannya. Pendidikan personal terjadi di lembaga pendidikan Pra Sekolah misalnya PAUD atau SD.Teori pendidikan ini bertolak dari asumsi bahwa sejak lahir anak telah memiliki potensi-potensi tertentu. Pendidikan harus dapat mengembangkan bakat-bakat atau potensi yang dimiliki setiap anak dengan bertolak dari kebutuhan dan minat peserta didik. Sehingga peserta didik menjadi pelaku utama dalam pendidikan, sedangkan pendidik menempati posisi kedua yakni berperan sebagai pembimbing, pendorong, fasilitator, dan pelayanan peserta didik.
    Teori ini memiliki dua aliran yakni aliran pendidikan progesif dan aliran pendidikan romantik. Pendidikan progresif dipelopori oleh Francis Parker dan John Dewey. Progresitivisme adalah gerakan pendidikan yang mengutamakan penyelenggaraan pendidikan di sekolah berpusat pada anak (child-centered), sebagai wujud reaksi terhadap pelaksanaan pendidikan yang masih berpusat pada guru (teacher-centered) atau bahan pelajaran (subject-centered). Dengan kata lain, peserta didik merupakan suatu kesatuan yang utuh. Sehingga materi pengajaran berasal dari pengalaman peserta didik sendiri yang sesuai denga minat dan kebutuhannya. Sehingga pendidik lebih merupakan ahli dalam metodologi dan membantu perkembangan peserta didik sesuai dengan kemampuan dan kecepatan masing-masing. Sedangkan pendidikan romantik berpangkal dari pemikiran J. J. Rouseau tentang tabula rasa yang memandang setiap individu dalam keadaan fitrah, memiliki nurani kejujuran, kebenaran dan ketulusan.
    Teori pendidikan personal, menjadi dasar berkembangnya model kurikulum humanis, yaitu kurikulum yang bertujuan memperluas kesadaran diri dan mengurangi kerenggangan dan keterasingan dari lingkungan dan proses aktualisasi diri. Kurikulum humanis ini merupakan reaksi atas pendidikan yang lebih menekankan pada aspek intelektual.
  4. Pendidikan InteraksionalPendidikan interaksional berorientasi menyiapkan lulusan menjadi warga masyarakat yang baik.Seperti ini gambaran dari teori pendidikan personal:
    Pendidikan interaksional yaitu suatu konsep pendidikan yang bertitik tolak dari pemikiran manusia sebagai makhluk sosial yang senantiasa berinteraksi dan bekerjasama. Dalam pendidikan interaksional menekankan interaksi dua pihak yakni dari pendidik pada peserta didik dan dari peserta didik pada pendidik. Selain itu interaksi juga terjadi pada peserta didik dengan materi pembelajaran dan dengan lingkungan, antara pemikiran manusia dengan lingkungannya. Dalam pendidikan interaksional, belajar bukan sekadar mempelari fakta-fakta, tetapi peserta didik juga mengadakan ekperimental dari fakta-fakta tersebut, memberikan interpretasi yang bersifat menyeluruh dan memahaminya dalam konteks kehidupan. Pendidikan interaksional ini mendorong timbulnya kurikulum rekontruksi sosial yakni model kurikulum yang bertujuan menghadapkan para siswa pada tantangan, ancaman, hambatan yang dihadapi manusia. Sehingga siswa didorong untuk mempunyai pengetahuan yang cukup tentang masalah sosial yang mendesak dan bekerja sama untuk memecahkannya.

Kreasi Bodhisattva

Berikut ialah video2 yang telah saya rangkum dari sekolah Bodhisattva :



















SALAM REDAKSI~♥